Bijak Dan Berbudi Dalam Kesulitan

Bacaan Alkitab : Markus 2 : 1 – 12

 

Bruce Lee mengungkapkan bahwa “Jangan berdoa meminta agar hidup dimudahkan,tetapi berdoalah agar diberi kekuatan mengatasi kesulitan”. Ungkapan Bruce Lee ini lahir dari kesadaran bahwa manusia yang hidup di dunia ini tidak akan terhindar dari kesulitan. Namun,Bruce Lee juga mau mengatakan bahwa “kekuatan untuk menghadapi kesulitan” itu lebih berarti dibandingkan dengan “kehidupan yang dimudahkan”. Mengapa? Karena jika seseorang memiliki kekuatan untuk menghadapi kesulitan di tengah hidupnya,ia akan dimampukan untuk tetap bertahan di tengah situasi sulit sekalipun. Tetapi berbeda dengan orang yang hidupnya selalu dimudahkan,maka ketika kesulitan datang: ia akan mudah menyerah tanpa mencari solusi dalam menghadapi kesulitan yang yang ada.

Teks kita menunjukkan 4 orang sahabat yang sedang mengalami kesulitan untuk membawa sahabat mereka yang lumpuh datang kepada Yesus. Harapan mereka Yesus dapat menyembuhkan sahabat mereka yang lumpuh. Namun,saat Yesus datang berkunjung ke daerah Kapernaum,banyak penduduk Kapernaum pada waktu itu memiliki kerinduan untuk mendengarkan ajaran Yesus sekaligus berharap Yesus memulihkan yang sakit. Karena banyak sekali yang datang,rumah itu penuh sesak. Sehingga ke empat orang sahabat ini mengalami kesulitan untuk masuk menembus kerumunan orang tersebut.

Seringkali,kita berjumpa dengan kesulitan dan seolah tidak ada jalan keluar. Apa yang kita lakukan? Menyerahkan? Atau tetap menghadapi kesulitan bersama Tuhan? Keempat sahabat,tetap menghadapi kesulitan dengan tekad untuk datang kepada Yesus. Sehingga mereka mampu menemukan jalan keluar yang terbaik dengan membawa sahabat mereka lewat atap rumah. Motivasi keempat sahabat tersebut untuk datang kepada Yesus membuat mereka menjadi orang yang bijak dan berbudi sehingga mampu memberikan pertolongan bagi sahabatnya. Teruslah bersama Tuhan agar bisa menjadi orang bijak dan berbudi di tengah kesulitan.