Ketika Hukum Dan Keadilan Menjadi Mandul

Bacaan Alkitab Habakuk 1 : 1 – 4

 

Berbagai peristiwa di sekitar kehidupan ini akan selalu membawa dampak  dalam kehidupan sosial dan keagamaan umat Tuhan. Habakuk mendapati konteks kehidupan umat yang sangat terpengaruh oleh situasi internasional dan nasional yang terjadi dalam kehidupan umat Tuhan antara tahun 625 Р612 seb M. Kehidupan dunia internasional menunjukkan adanya beberapa peristiwa perebutan kekuasaan dan skepansi Negara-Negara besar,serta munculnya kekuatan baru yaitu Babel. Sementara di Israel sendiri kehidupan sosial dan keagamaan juga mengalami degradasi yang cukup serius. Penindasan antar sesama anak bangsa,korupsi terus berlangsung bahkan ada kecenderungan semakin meningkat.

Nabi Habakuk yang bernubuat dalam masa-masa pembaharuan Yosia (640-609 seb.M) melihat bagaimana semangat Yosia dalam pembaharuan hidup umat,dalam seluruh tataran kehidupan dengan realita sosial keagamaan yang berlangsung. Sekalipun Yosia telah berusaha dan berhasil menerapkan pembaharuannya dengan sungguh-sungguh agar umat segera kembali kepada Tuhan; namun pada sisi lain selalu ada tindakan perlawanan dari mereka yang tidak menyukai pembaharuan tersebut. Oleh karena selain pembaharuan di dalam kehidupan keagamaan,Yosia pun mempunyai tujuan politis,yakni membebaskan berbagai pengaruh asing (politik Asyur). Tentunya semua upaya tersebut mendapat perlawanan yang kuat.

Terhadap para penentang inilah Habakuk berseru kepada Tuhan. Penindasan,kejahatan,perbantahan dan pertikaian terus menerus terjadi di depan matanya. Artinya semua itu telah konsumsinya setiap hari. Hukum pun kehilangan kekuatan. Ia tajam ke bawah dan tumpul ke atas,keadilan menjadi barang langka yang sulit ditemukan. Mungkin situasi ini jugalah yang sedang terjadi di depan mata kita setiap hari. Dari berbagai tampilan potret kehidupan ini,betapa ketimpangan sosial yang terjadi di berbagai lini kehidupan menjadi tontonan dan konsumsi kita setiap hari. Bagaimana kita sebagai Gereja Tuhan berperan dala kehidupan yang demikian,apakah kita hanya berdiri sebagai penonton,dan takut meninggalkan zona nyaman kita? Mari belajar seperti Habakuk,yang mau berseru kepada Tuhan sekaligus menyatakan kenabian. Menghadirkan keadilan yang mendatangkan damai sejahtera bagi segala makhluk.