Memerangi Hawa Nafsu Dengan Firman Tuhan

Bacaan Alkitab : Matius 4 : 1 – 4

 

Ada sebuah kisah di renungan online tentang seorang ibu tunggal dengan 5 anak yang bernama Wanda Johnson. Ia sedang menuju tempat pegadaian. Ia berharap mendapat pinjaman 60 dolar atas TV miliknya.Tak disangka,ia berpapasan dengan truk berlapis baja yang penuh dengan kantong uang. Ternyata pintu samping truk itu terbuka,dan jatuhlah sekantong uang ke jalan. Wanda berhenti dan memungutnya. Ketika ia menghitung uang didalam kantong,ternya jumlahnya sebanyak 160.000 dolar. Ia pun mengalami pertentangan batin. Di satu sisi,dengan uang itu ia dapat melunasi semua tagihannya dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya,namun di sisi lain,ia sadar uang itu bukan  miliknya. Setelah empat  jam  bergumul  dalam  hati,Wanda  menelpon polisi dan mengembalikan uang itu. Kesadarannya untuk melakukan hal yang benar menang atas pencobaan untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kisah ini memperlihatkan bahwa sangat penting untuk senantiasa memiliki kesadaran melakukan hal yang benar ketika menghadapi situasi yang berat dalam hidup.

Bacaan pagi ini memperlihatkan bagaimana Yesus dalam keadaan jasmani yang lapar pasca berpuasa diperhadapkan pada godaan iblis untuk mempergunakan kuasa yang dimiliki-Nya mengubah batu menjadi roti. Dengan kuasa-Nya,tantangan iblis itu bukan sesuatu yang sulit. Kenyataannya,bukannya mengikuti bujukan iblis, Yesus menyatakan bahwa hidup manusia bukan terletak pada kepuasan secara jasmani,namun pada ketaatan akan firman Tuhan.

Belajar dari kisah Wanda dan juga berkaca pada keteladanan Tuhan Yesus,kita diajak untuk senantiasa mempercayakan hidup kita seutuhnya dalam tangan Tuhan dan melawan setiap godaan yang hadir dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dan Roh Kudus sebagai penuntun di jalan hidup kita.