Menghitung Hari – Hari

Bacaan Alkitab : Mazmur 90 : 1 – 12

Pemazmur mengungkapkan ada dua kenyataan mengenai manusia. Pertama,manusia adalah makhluk fana yang memiliki keterbatasan (ay.3-6). Kedua. Karena kelemahan dan keterbatasannya membuat manusia selalu berada di bawah bayang-bayang hukuman Allah (ay.7-11).

Manusia dikatakan makhluk yang fana karena: Pertama,manusia itu berasal dari debu dan akan kembali kepada debu ketika Allah menghendakinya (ay.3). KEDUA,manusia itu hidup terikat dengan waktu. Berbeda dengan TUhan yang tidak terikat dengan waktu. Seribu tahun manusia,di mata Tuhan seperti hari kemarin (ay.4). Ketiga,manusia itu hidup dalam waktu yang singkat,yang lamanya seperti satu hari (tidur lalu bangun lalu selesai) atau seperti rumput yang hanya segar di pagi hari tetapi pada sore menjadi layu dan lisut (ay.5-6).

Manusia itu adalah makhluk yang berada di bawah bayang-bayang hukuman Allah karena manusia adalah orang berdosa.Dan orang berdosa akan diperhadapkan dengan murka/amarah Allah (ay.7). Tidak ada dosa yang tersembunyi di hadapan Allah. Tuhan mengetahui semuanya (ay.8). Karena berada di bawah bayang-bayang hukuman ini jugalah,hidup manusia dilewati dengan keluhan (ay.8) dan bahkan orang yang panjang usianya 70-80 tahun pun,kebanggaannya adalah kesukaran dan keluhan. Setelah itu lenyap. (ay.8).

Dengan kesadaran akan dua kenyataan ini,sebagaimana pemazmur,marilah kita meminta pertolongan Tuhan untuk mengajari kita menghitung hari – hari kita sedemikian. Makdsudnya kita mengahargai dan menggunakan waktu kita yang singkat ini dengan sebaik mungkin,sehingga lewat waktu ittu,kita beroleh hati yang bijaksana (ay.12). Hati yang bijaksana adalah hati yang makin mengenal akan Allah,sebab Dia adalah tempat perteduhan yang kekal bagi kita,manusia (ay.1-2).