Menjadi Seperti Kristus

"Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." I Yohanes 2:6

Tuhan Yesus bukan saja Tuhan dan Juru Selamat kita, tapi juga panutan bagi kita dalam menjalani hidup di dunia. Tuhan Yesus adalah panutan yang sempurna: DIA adalah Allah yang turun dari sorga, DIA hidup dengan mempraktekkan Firman-NYA dan hidup tanpa cacat cela di tengah dunia yang kacau-balau oleh dosa.

Bagaimanakah Kristus hidup?

1. Kristus hidup dengan berfokus pada melakukan Firman Allah.

"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku." Yohanes 6:38

Sah-sah saja bila kita mengejar cita-cita dalam hidup ini. Bila seseorang hidup tanpa cita-cita maka dia akan menjadi manusia yang pasif dan cenderung tak menghasilkan apa-apa. Kita harus memiliki cita-cita! Cita-cita itu akan menggairahkan kita dalam menjadi kehidupan.

Yang menjadi masalah adalah bila kita menempatkan cita-cita itu jauh melebihi kerinduan kita untuk mempraktekkan Firman Allah / kehendak Bapa Surgawi. Dalam segala hal yang ingin kita capai atau kerjakan jadikanlah Tuhan sebagai tujuan.

Sebagai contoh:
– bila anda seorang karyawan/ti maka jadilah sebagai hamba Tuhan di perusahaan itu,
– bila anda seorang Manager/Direktur maka jadilah sebagai hamba Tuhan bagi bawahan anda,
– bila anda pemilik usaha maka jadilah sebagai hamba Tuhan bagi sesama pengusaha dan para pekerja,
– bila anda pelajar/mahasiswa maka jadilah sebagai hamba Tuhan bagi lingkungan sekolah anda,
– … dll.

Dimana dan apapun yang kita kerjakan biarlah itu mempermuliakan nama Tuhan, bukan mempermuliakan kita, dan jadilah seorang hamba Tuhan (pelaku Firman).

 

2. Kristus hidup dilingkungan umat Tuhan.

"Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab."  Lukas 4:16

Tuhan Yesus, sama seperti kita, hidup ditengah dunia yang kacau-balau oleh dosa. Tetapi Tuhan Yesus memiliki satu kebiasaan unik yaitu ".. dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, ..". Tuhan Yesus hidup dalam lingkungan umat Tuhan, hidup dalam lingkungan yang beribadah kepada Allah; DIA terbiasa untuk itu.

Bagaimana dengan kita? Janganlah kita "terbiasa hidup di tengah pendosa". Kita memang masih hidup di dunia yang penuh dengan dosa dan pelakunya. Tetapi kita tidak boleh terbiasa dengan"lingkungan kehidupan dosa". Kita harus mencari "lingkungan yang benar", yaitu lingkungan penyembah-penyembah Allah. Lingkungan penyembah-penyembah Allah hanya ada ditengah-tengah umat Tuhan atau gereja. Biarlah kita terbiasa hidup ditengah-tengah umat Tuhan (gereja lokal) dan menjadikan penyembahan kepada Allah sebagai gaya hidup.

 

3. Kristus hidup dengan menerima dan mengakui setiap orang yang melakukan Firman Allah adalah bagian dari diri-NYA.

" … Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Matius 12:50

Ada hal yang menarik, yaitu Tuhan Yesus mendekatkan dirinya kepada setiap orang yang melakukan Firman Allah. DIA menyatukan dirinya dengan orang-orang seperti itu. Tuhan Yesus tidak "mengeksklusifkan" diri-NYA, tetapi DIA menyatu dengan siapa saja yang menjadi pelaku Firman Allah.

Bukan rahasia lagi bila saat ini banyak sekali Pendeta/Penginjil/hamba Tuhan yang merasa dirinya lebih baik dari pada Pendeta/Penginjil/hamba Tuhan yang lain. Sudah menjadi pemandangan sehari-hari melihat gereja-gereja mengklaim dirinya sebagai gereja terbaik/terkudus dibandingkan dengan gereja lain. Bahkan tak sulit untuk mendapati orang-orang yang mengaku dirinya Kristen tapi enggan untuk bersahabat dengan orang Kristen lain yang berasal dari gereja berbeda.

Tapi tidak seperti itu dengan Tuhan Yesus! DIA menerima dan mengakui setiap orang yang melakukan Firman Allah adalah bagian dari diri-NYA. Sesungguhnya kita adalah sesama anggota keluarga/kerajaan Allah.

 

4. Kristus hidup dengan bergantung sepenuhnya kepada Firman Tuhan yang adalah Sumber Kehidupan.

Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya…" Yohanes 4:34

Setiap hari kita makan dan minum; kita memberi asupan energi bagi tubuh kita. Tetapi satu kekeliruan besar bila kita mengira bahwa makanan dan minuman itu yang memberi kita kehidupan! Allah adalah satu-satunya Sumber Hidup, dan seseorang dikatakan "hidup" bila dia memperoleh aliran dari Sumber Hidup. Dia harus tersambung kepada Sumber Hidup itu. Bagaimanakah kita dapat tersambung kepada Sumber Hidup? Hanya ada satu cara, yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Firman yang telah menjadi manusia!

Dengan menjadi pelaku Firman Tuhan dan menjadikan DIA tujuan dalam hidup kita maka aliran kehidupan akan mengalir bagi kita dari Allah Bapa di surga.

 

Lalu, apakah keuntungan yang akan diperoleh bila kita hidup seperti Kristus hidup?

"Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." I Yohanes 2:17

 

Bila kita hidup sama seperti Krisuts telah hidup, maka kehidupan yang kekal di sorga yang kekal adalah bagian kita. Dan kita akan bersama-sama dengan DIA di dalam kerajaan-NYA.

 

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." Roma 8:29
 

Tujuan Yesus datang ke dunia ini bukanlah hanya sekedar untuk menyelamatkan umat manusia. Tujuan utama Yesus adalah untuk membawa umat manusia ke dalam kemuliaan atau untuk menjadi serupa seperti Dia. Oleh karena itu sebelum Dia meninggalkan dunia ini, Yesus memberikan sebuah pesan yang disebut juga amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Menjadi murid Kristus itu artinya lebih dari sekedar percaya dan diselamatkan. Anehnya, kita malah suka menyalahkan orang lain yang tidak mau berubah, padahal seharusnya jika kita benar-benar berfungsi sebagai terang dan garam dunia maka mereka ( baca: dunia) pasti akan terpengaruh oleh terang tersebut. Kita tidak dapat memerintahkan kegelapan untuk pergi melainkan kita harus menyalakan terang sehingga dengan sendirinya kegelapan itu pasti pergi. Jika gereja Tuhan benar-benar menjadi terang maka dengan sendirinya kuasa kegelapan yang selama ini mencengkram bangsa ini pasti akan pergi. Korupsi, kolusi dan nepotisme yang selama ini menjadi akar kebobrokan bangsa ini pasti dapat dicabut sampai ke akar-akarnya jika kita sebagai umat Tuhan bangkit untuk menjadi terang.

Proses pembentukan untuk menjadi serupa seperti karakter Kristus memang tidak mudah dan tidak terjadi secara instan. Malah sebaliknya proses itu amat menyakitkan dan biasanya melibatkan krisis dalam kehidupan kita. Sebuah krisis pasti akan berkembang dalam hidup kita sebelum kita memilih untuk mengikuti kehendak Allah. Hal ini terjadi sebab kita cenderung untuk tidak menanggapi dorongan yang lembut dari Allah untuk membawa kita ke tempat di mana Dia meminta kita untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepadaNya. Saat krisis itu terjadi maka kita bisa memilih untuk menyerah atau menolak kepada kehendak Allah. Setiap kali kita memilih untuk menyerah maka semakin kita dibentuk menjadi lebih serupa dengan karakter Kristus Semakin tinggi tingkat penyerahan hidup kita maka semakin banyak karakter Kristus yang terpancar dalam kehidupan kita.

Tuhan mengijinkan kita mengalami penderitaan dan kekecewaan sebab Ia ingin kita mengalami perubahan. Max lucado berkata “Allah mengasihimu apa adanya tetapi Ia menolak membiarkan anda seperti itu. Ia ingin agar anda menjadi persis seperti Yesus.” Orang-orang harus mengalami penderitaan dan kekecewaan dalam hubungan mereka dengan orang disekelilingnya sebelum mereka menyadari bahwa mereka perlu berubah. Hanya bila kita merasa cukup muak dengan penyakit yang kita derita maka kita dapat melepaskan diri dari penyakit itu. Percayalah, setiap kekecewaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita akan membawa kita pada sebuah posisi yang mana kita menyadari hanya Tuhanlah yang sanggup membahagiakan hidup kita. Kita dapat menggunakan penderitaan untuk mengakhiri penderitaan. Saya sendiri telah mengalami bagaimana pahitnya menelan pil kekecewaan dan kegagalan tetapi pada akhirnya semua itu mendatangkan kebaikan dan keindahan bagi hidup saya.

Francis Fragipane mengatakan ketika kita berfokus untuk menjadi serupa seperti Kristus maka kebangunan rohani yang sebenarnya telah terjadi dalam hidup kita. Tujuan hidup kita bukanlah melayani melainkan untuk mengenal Allah dengan intim sehingga dari pengenalan itu akan lahir pelayanan yang sejati. Untuk dapat mengenal Allah dengan intim maka kita harus mengalami proses pembentukan karakter sehingga karakter kita menjadi serupa karakter Kristus. Hidup kita akan menjadi berkat dan membawa pengaruh besar bagi lingkungan di sekitar kita bila kita memiliki karakter Kristus. Keluarga, lingkungan, kota dan bangsa kita akan bisa melihat kemulianNya dinyatakan bila hidup kita telah dubahkan menjadi serupa seperti karakter Kristus !