Pesan Dewan HUT ke-65 GP GPIB

BERSATULAH BARISAN MUDA GPIB

Kepada yang kami hormati, Pelayan Firman Tuhan
Kepada yang kami hormati, para Diaken dan Penatua
Kepada yang kami hormati, para orang tua sekalian
Kepada yang kami banggakan, segenap Anggota dan Pengurus Gerakan Pemuda

Salam Damai Sejahtera buat kita semua,

Warga Jemaat yang dikasihi Yesus Kristus,

Kita ada di saat ini.
Masa GPIB berkonsolidasi telah selesai sejak tahun 1966. Masa GPIB memulai langkah awal sebagai Jemaat Misioner telah selesai sejak tahun 1984. Masa GPIB mulai bertumbuh sebagai Jemaat Misioner telah selesai sejak tahun 2006. Saat ini, kita berada pada rentang waktu dari 2006 – 2026 di mana GPIB sedang memperjuangkan pembangunan dan pengembangan Jemaat Misioner. Itu berarti tanda-tanda Kerajaan Allah harus semakin dinyatakan.
Rekan – rekan muda!
Impian bersama tersebut telah dirumuskan. Kita bekerja sama untuk itu, namun lihatlah apa yang ada di hadapan kita, wahai kaum muda GPIB! Di hadapan kita gejolak demi gejolak terus terjadi, dinamika demi dinamika terus bergerak. Roda kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia terus bergulir yang tanpa terasa menciptakan tantangan, ancaman ataupun peluang bagi pelayanan gereja, khususnya GPIB.
Penyakit-penyakit sosial masih berjangkitan di sekitar kita. Tidak jelas, narkoba yang telah menjadi bagian dari masyarakat atau masyarakat sudah menjadi bagian dari narkoba. Sementara itu korupsi “masih” menjadi bulusdaya (lawan budaya) dari bangsa ini. Lalu, permasalahan-permasalahan rumah tangga dalam keluarga. Belum lagi masalah kemiskinan dan pengangguran. Ditambah rongrongan kaum fundamentalis. Ditambah lagi segudang isu tentang alam dan lingkungan hidup. Dilengkapi dengan pejabat eksekutif, legislatif & yudikatif seakan-akan tidak berjalan seiring harmoni dengan semangat Pembukaan UUD 1945.
Sementara itu hedonisme semakin hidup bertumbuh kembang. Individualistis semakin indah nan merdu suaranya. Ketidakpedulian menjadi menu favorit dari sarapan pagi sampai makan malam. Kesenangan sesaat makin menjadi warna-warna dalam mimpi tidur malam hari.
Tidak jelas juga apakah gereja terhimpit oleh desakan semua itu di atas atau memang telah menjadi bagian di dalamnya, namun dengan selimut indah yang membungkus tidur panjangnya.

Rekan – rekan muda!

Kita atur barisan sejak dini. Ancaman-ancaman di atas kita jadikan peluang untuk memperkuat benteng iman kita. Kita jadikan peluang untuk memperkuat persekutan, pelayanan & kesaksian GPIB.

Kita atur barisan sejak dini. Penyakit-penyakit sosial harus dijawab bersama-sama oleh anak, teruna dan pemuda agar kelak masa depan GPIB lebih siap lagi menghadapi tantangan masa depan.
Kita atur barisan sejak dini. Hedonisme harus kita redam bersama-sama oleh anak, teruna dan pemuda agar kelak generasi setelah kita tidak terbeban dan sanggup melanjutkan gerak pelayanan GPIB di masa depan.

Kita atur barisan sejak dini dari anak, teruna dan pemuda agar kemuliaan dan kehormatan nama Tuhan selalu hidup menjadi benteng iman kita.

Bersatulah barisan muda GPIB dari anak, teruna dan pemuda. Jangan biarkan ancaman-ancaman di atas memecah kita, memecah gereja dan menghancurkan masa depan kita, gereja dan bangsa ini.

Bersatulah barisan muda GPIB dari anak, teruna dan pemuda. Biarkan hikmat Tuhan terus menjadi pemersatu kita hingga tidak ada selembar kainpun yang menyekatkan kita. Masa depan dengan terang Firman Tuhan bukan saja milik kita, melainkan titipan Tuhan kepada kita untuk diteruskan kepada generasi-generasi setelah kita agar nama Tuhan terus dipermuliakan dan tanda-tanda Kerajaan Allah semakin dinyatakan.

Gerakan Pemuda GPIB di manapun kalian berada,
jadikan semangat ini nyata dalam kehidupan kita.

Bersatulah barisan muda GPIB!

Selamat ulang tahun yang ke-65!
Dirgahayu Gerakan Pemuda GPIB!
Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus Sang Pemuda Agung Pimpinan Tertinggi Pergerakan!
Tuhan memberkati gerak pelayanan kita bersama!

Jabat hangat
Dewan Gerakan Pemuda 2010 – 2015
Eden Siahaan ~ Erino Theopani ~ Cynthia J. Santoso Vivianita Sadimun ~ Renzi Lumempouw
Irene Inkiriwang  ~ Rudolf Haurissa  ~ Daniel F. Ganoto