Selesaikan Dengan Penuh Kekerabatan

Bacaan Alkitab  Kejadian 13 : 1 – 13

 

Kitab Kejadian selain mengisahkan penyataan TUHAN atas pencipta alam semesta dan segala isinya,juga memaparkan sikap dan perilaku manusia sebagai ciptaan TUHAN. Salah satu perilaku manusia yang dicatat dalam kitab kejadian adalah perilaku para leluhur bangsa Israel,Abram dan keponakannya Lot. Interaksi antara Abram dan Lot serta interaksi antara para gembala menjadi teladan bagaimana seharusnya sesorang manusia bersikap terhadap sesamanya.

Dalam bacaan kita pagi ini ada dua bentuk interaksi : 1) interaksi antara sesama manusia. 2) interaksi antara manusia dengan alam. Sumber daya alam yang Tuhan ciptakan boleh digunakan oleh semua manusia. Hanya saja sumber daya alam tersedia terbatas. Akibatnya terjadi perkelahian antara sesama gembala,memperebutkan lahan bagi ternak – ternak mereka (kelompok Abram dan kelompok Lot). Pertanyaan,apakah keterbatasan sumber daya alam harus dihadapi dengan pertengkaran? Jawabannya TIDAK ! Mengapa ? Abram tidak munafik bahwa mereka tetap membutuhkan sumber daya (air dan tanah yang subur/rumput). Oleh sebab itu Abram bertemu dan mengadakan perjanjian dengan Lot. Apabila Lot memilih ke kanan maka ia akan memilih ke kiri dan  sebaliknya. Lot  juga diberi  kesempatan  pertama untuk memilih. Sikap  apakah yang ditampakkan  oleh Abram ? Sikap kekeluargaan (sikap sesorang kerabat,lih.Kejadian 13:8). Ya, mempertahankan kekerabatan,itulah sikap manusiawi dari seorang manusia yang ingin ditonjolkan dalam kitab Kejadian demi menyelesaikan persoalan dan bukan perkelahian.

Di hari Minggu ini,ingatlah bahwa kita semua adalah kerabat – kerabat Allah. Oleh sebab itu,jika menghadapi berbagai masalah bersikaplah sebagaimana yang harus dilakukan seorang manusia dihadapan Allah,bukan dengan kebencian,kekerasan atau perkelahian. Melainkan bersikap  penuh kekerabatan antara sesama manusia. Itulah yang dikehendaki TUHAN Allah bagi kita,umat manusia.