Menceritakan Kasih Tuhan

Bacaan Alkitab : Yosua 4 : 1 – 7

Perjalanan bangsa Israel adalah perjalanan bersama Tuhan yang menjanjikan berkat berlimpah. Sekalipun tantangannya hebat,namun semua dapat diatasi karena campur tangan Tuhan. Yosua menjadi pribadi yang mengarahkan umat melakukan apa yang merupakan kehendak Tuhan. Yosua melakukan semua yang diperintahkan Tuhan dengan terlebih dahulu mengerjakan kekudusan dalam hidupnya. Kekudusan personal berdampak bagi hidup persekutuan yang lebih luas (ay. 3:5).

Perintah Tuhan tidak hanya untuk waktu sesaat,tetapi juga menjangkau masa depan anak cucu bangsa Israel. Bangsa yang melewati sungai Yordan tidak hanya berhenti pada kekaguman atas mujizat Tuhan yang dialami,tetapi diajarkan menceritakan kembali terus menerus kepada generasi muda berikutnya. Mereka tidak boleh bungkam jika anak-anak mereka bertanya tentang batu peringatan itu. Dengan mendengar pengajaran langsung dari mulut orang tua,anak-anak menjadi mengerti dan percaya bahwa Tuhan membuat hidup mereka berhasil di masa lalu,sekarang dan masa yang akan datang.

Kasih Allah bagi kita  nyata melalui kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Kita mengingat kasih Tuhan dengan makan roti dan minum anggur Perjamuan Kudus (1 Korintus 11:24-25). Dengan selalu mengingat kasih Tuhan,maka kita tidak akan menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3),melainkan giat dalam pekerjaan Tuhan (1 Korintus 15:58). Kasih Tuhan itu yang harus terus diceritakan kepada anak-anak kita. Bagaimana caranya? Dengan membaca Alkitab bersama,berbuat baik serta teratur beribadah setiap hari Minggu. Orang tua membimbing anak kekasih untuk belajar firman dalam kelas katekisasi sehingga kelak secara pribadi mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Dengan berbuat demikian,kita selalu bersyukur kepada Allah yang memberkati hidup kita.